Warung Daging Anjing di Ditutup, Diberi Waktu Satu Minggu untuk Ganti Profesi

0
180
views
Ilustrasi anjing untuk dikonsumsi

befren.com – Anjing bukan merupakan hewan ternak yang dikonsumsi. Anjing juga dapat menularkan berbagai macam penyakit salah satunya rabies.

Pihaknya memberikan kesempatan bagi para penjual daging anjing selama sepekan untuk berganti profesi.

Bupati Karanganyar Juliyatmono berkomitmen untuk menutup semua warung penjual daging anjing. Serta memberikan bantuan modal sebesar Rp 5 juta kepada para penjual daging anjing untuk modal usaha lainnya.

Hal itu disampaikan Juliyatmono dalam acara sosialisasi bersama para penjual daging anjing di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019).

“Saya ingin pemilik warung daging anjing beralih profesi,” katanya.

“Makanya saya memberi waktu seminggu bagi mereka untuk memikirkan ganti profesi. Sehingga mulai Jumat pekan depan tidak ada lagi yang berjualan daging anjing.”

Disamping itu, dirinya akan melakukan pendekatan secara personal kepada masing-masing penjual daging anjing untuk mengetahui lebih jauh kondisi mereka.

Juliyatmono mengatakan selama enam bulan dirinya akan memantau secara langsung usaha mereka setelah tidak lagi berjualan daging anjing.

Juliyatmono mengaku telah menyiapkan peraturan daerah (Perda). Tidak hanya mengatur tentang larangan penjualan daging anjing, namun lebih kepada melindungi semua satwa. Mulai dari memelihara sampai pengawasan terhadap satwa tersebut.

Perda yang telah disiapkannya tersebut bertujuan agar semua hewan terlindungi dari perburuan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Penjual daging anjing asal Matesih, Pino mengatakan dirinya siap mengikuti arahan Bupati Juliyatmono untuk beralih profesi. Rencananya Pino akan berjualan wedang ronde.

Pino mengaku sudah puluhan tahun berjualan kuliner berbahan dasar anjing. Selama ini dirinya mendapatkan daging anjing dari pemasok. Seekor anjing dia beli dengan harga Rp 750.000.

“Satu ekor anjing biasanya dua hari habis. Keuntungan yang saya terima bisa mencapai Rp 1,5 juta- Rp 2 juta per ekor,” terang dia.

Pino menambahkan pembeli kuliner daging anjing di warung miliknya sebagian besar berasal dari luar daerah dan rata-rata mereka sudah berlangganan.

Resiko sering makan daging anjing

Di Filipina, kurang lebih ada 10 ribu anjing dan 300 orang yang tewas karena rabies. Padahal, vaksinasi anjing di saat itu sudah digalakkan. Dampak penularan virus rabies salah satunya dengan mengkonsumsi daging anjing.

Daging anjing memiliki beberapa kandungan gizi seperti tiamin, natrium, kalsium, kalium, dan lainnya. Di antara semua gizi tersebut, kandungan natrium yang paling tinggi. Sehingga, jika kamu sering makan dagingnya, kamu akan berisiko terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Terlebih bagi anjing liar yang kebanyakan menjadi korban jagal untuk dikonsumsi. Jadi kalau kamu makan daging ini, sistem pencernaan kamu bisa terserang dan menimbulkan banyak penyakit. Karena cacing pita yang bisa terdapat dalam daging anjing tersebut. Demi kesehatan kalian segeralah berhenti mengkonsumsi daging anjing.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here