42 Rumah Ludes Oleh Amukan Si Jago Merah

0
194
views
Ilustrasi kebakaran

befren.com – Musibah kebakaran terjadi di permukiman warga daerah RT 15, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (17/6), malam.  Dalam kejadian ini menggemparkan seluruh warga Kelurahan Juata Laut.

Salah seorang korban, warga RT 15, Ramli, (36), mengatakan, rumah yang dikontraknya ikut terbakar.Terlihat pula barang-barang dan perabotan milik korban, berserakan tak karuan.

Kejadian sekitar pukul 19.35 WITA, atau menjelang salat isya. Saat itu, ia baru pulang kerja dan bermaksud makan malam. Namun, tiba-tiba ia mendengar suara heboh di luar.

Ia pun tak tahu pasti asal mulanya titik api ini. Informasi yang ia dengar pun simpang siur. “Dengar-dengar, katanya ada yang masak. Tapi kurang tahu juga kepastiannya, benar atau tidak,” bebernya.

Kondisi permukiman warga yang terbuat dari kayu dan mudah terbakar. Belum lagi saling berdekatan dan tiupan angin. Ia pun sempat mengeluarkan barang-barangnya.

Api terus membesar. Dari jarak sekitar 15 meter di lokasi kejadian, terdapat Masjid Al-Hidayah yang nyaris ikut terbakar.

Terlihat pula warga setempat berupaya menyiram bagian atap masjid agar tidak panas. Beberapa warga pun memotong kabel, agar api tidak menjalar melalui kabel.

Pengurus Masjid Al-Hidayah Umar, 50, mengaku saat itu ia hendak menjalankan salat isya. Namun tiba-tiba saja, terdengar suara dari arah belakang yang berteriak kebakaran.

Ia belum mengetahui pasti penyebab kebakaran ini. Petugas akan terus berupaya memadamkan api hingga tuntas.

“Kami juga tidak tahu sampai berapa lama. Karena biasa setelah ini, kami ada pendinginan. Saat pendinginan pun kami harus suplai air baku lagi. Setelah benar-benar sudah tidak membahayakan, baru kami bisa tinggalkan,” tutupnya.

Hitungan sementara, 42 rumah hangus terbakar. Semua pemiliknya, telah didata kepolisian.

Seorang warga, ditemukan mengalami syok hingga meninggal dunia. Ketuan RT 16 Arnold mengatakan salah satu warga yakni H. Mulkin Deng Sirua, 60, dinyatakan meninggal dunia usai menolong sang istri yang pingsan saat kejadian kebakaran terjadi.

“Jadi, memang korban tersebut sedang menolong istrinya yang berada di dalam rumah, anaknya yang pingsan. Beliau kala itu mengangkat istrinya untuk dikeluarkan dari kepungan asap, kemungkinan besar H. Deng Sirua ini sesak napas usai menolong sang istri,” jelasnya.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here